Senin, 27 Agustus 2012

Di sudut mata

 
Dikala senja tiba...
di ujung pegunungan yang mencoklat..
berdiri dengan gagah si penguasa suara malam..
dengan darah masih menetes di sudut moncongnya..
menatap jelas ke depan..
walau musuh tak lagi hidup..
cakarnya yang tumpul bekas pertarungan tadi malam
melawan musuh abadi


Dasar Anjing..
mengapa menatap ku terus..
seperti menantangku berkelahi..
kau pikir kau hebat?
sudahkah kau hirup nikmatnya aroma darah ku?


ku tatap ia
mreka yang menyerang rakyat ku
hanya aku yang tersisa?
TIDAK..
aku dan semangatku kan terus membara

mereka pikir,mereka siapa?
hidup ku belum berakhir disini



di ujung pegunungan yang mencoklat..
berdiri dengan gagah si penguasa suara malam..
dengan darah masih menetes di sudut moncongnya..
menatap jelas ke depan..

tapi ku lihat jelas, butiran mutiara menetes diujung matanya.
bekas pertarungan tadi malam.


sang penguasa  pun dapat menangis saat pertarungan...
kenapa kita tidak?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar