Sabtu, 20 Juli 2013

tugas b.ing smansa pku xi.a.5



What is biopori hole? (gilang)
Infiltration pits Biopori or so-called "hole biopori" is an alternative method to increase the power of absorbing rainwater into the ground. This method was first coined by Dr. Kamir R. Brata, a researcher a researcher and lecturer in the Department of Soil Science and Land Resources, Bogor Agricultural University (IPB). Infiltration pits Biopori form a cylindrical hole made vertically into the ground. This hole will trigger biopori naturally in the soil.

Biopori itself is a term for the holes in the ground formed by a variety of activities that occur in organisms in the soil such as by worms, termites, ants, and plant roots. Biopori formed will fill the air and into the water passage in the ground.
The working principle is very simple biopori seepage pit. Hole that we created, then given organic waste that would trigger soil biota such as worms and ants and plant roots to create cavities (holes) in the ground called biopori. Cavities (biopori) is a channel for water to seep into the ground.

Benefits Biopori Hole (intan)
Biopore infiltration pit is simple, appropriate technology and environmentally friendly. Biopori hole is able to increase the power of absorbing rainwater into the ground so as to mengurasi risk of flooding due to overflowing rainwater. In addition, this technology is also able to increase the amount of fresh water reserves in the soil.
water infiltration Improve
Biopore infiltration pits to increase power of absorbing rainwater into the ground. It will be useful to: Prevent standing water that resulted in flooding, increase water reserves in the soil, and prevent erosion and landslides
With the hole biopori will prevent standing water that can indirectly minimize the problems arising out of such outbreaks of malaria, dengue fever and elephantiasis.

Transform organic waste into compost (harry)
Organic waste is put into the hole biopori will be converted into compost by land animals such as worms and termites. Compost or humus is very beneficial for soil fertility. Besides organic waste is absorbed by the soil biota are not emitted into the atmosphere faster thus reducing emissions of greenhouse gases (CO2 and methane) that cause global warming and preserve biodiversity in the soil.
Utilizing the soil fauna and plant roots
Biopori hole will trigger soil biota and plants to create cavities in the soil into waterways to soak into the ground. With the ability to make this activity infiltration pits biopori always maintained and preserved.

Step to making biopori hole (bagrio)
Create cylindrical holes vertically into the ground with a diameter of 10 cm. Depth of about 100 cm or to exceed ground water if the soil has a surface made shallow water. The distance between the hole between 50-100 cm.
The hole can be reinforced with cement 2-3 cm wide 2 cm thick.
Fill the hole with organic waste from kitchen waste, crop residues, or foliage.
Organic waste should be added if the contents of the hole already reduced or shrink due to weathering processes.
Compost is formed in the hole can be taken at each end of the dry season along with the maintenance hole.


Informasi umum (gilang)
Lubang Resapan Biopori atau biasa disebut “lubang biopori” merupakan metode alternatif untuk meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah. Metode ini pertama kali dicetuskan oleh Dr. Kamir R. Brata, seorang peneliti seorang peneliti dan dosen di Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Institut Pertanian Bogor (IPB). Lubang Resapan Biopori berupa sebuah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah. Lubang ini akan memicu munculnya biopori secara alami di dalam tanah.
Biopori sendiri adalah istilah untuk lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas organisme yang terjadi di dalam tanah seperti oleh cacing, rayap, semut, dan perakaran tanaman. Biopori yang terbentuk akan terisi udara dan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.
Prinsip kerja lubang peresapan biopori sangat sederhana. Lubang yang kita buat, kemudian diberi sampah organik yang akan memicu biota tanah seperti cacing dan semut dan akar tanaman untuk membuat rongga-rongga (lubang) di dalam tanah yang disebut biopori. Rongga-rongga (biopori) ini menjadi saluran bagi air untuk meresap kedalam tanah.

Manfaat Lubang Biopori (intan)
Lubang resapan biopori adalah teknologi sederhana yang tepat guna dan ramah lingkungan. Lubang biopori ini mampu meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah sehingga mampu mengurasi resiko banjir akibat meluapnya air hujan. Selain itu, teknologi ini juga mampu meningkatkan jumlah cadangan air bersih di dalam tanah.
Meningkatkan daya resapan air
Lubang resapan biopori mampu meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah. Hal ini akan bermanfaat untuk: Mencegah genangan air yang mengakibatkan banjir, peningkatan cadangan air bersih di dalam tanah, dan mencegah erosi dan longsor
Dengan adanya lubang biopori akan mencegah terjadinya  genangan air yang secara tidak lansung dapat meminimalisir berbagai masalah yang diakibatkannya seperti mewabahnya penyakit malaria, demam berdarah dan kaki gajah.

Mengubah sampah organik menjadi kompos (harry)
Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori akan dirubah menjadi kompos oleh satwa tanah seperti cacing dan rayap. Kompos atau humus ini sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah. Selain itu sampah organik yang diserap oleh biota tanah tidak cepat diemisikan ke atmosfir sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan) yang mengakibatkan pemanasan global dan menjaga biodiversitas dalam tanah.
Memanfaatkan fauna tanah dan akar tanaman
Lubang biopori memicu biota tanah dan akan tanaman untuk membuat rongga-rongga di dalam tanah yang menjadi saluran air untuk meresap ke dalam tanah. Dengan adanya aktifitas ini menjadikan kemampuan lubang peresapan biopori senantiasa terjaga dan terpelihara.

Cara Pembuatan Lubang Biopori (gabrio)
Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 cm. Kedalamannya sekitar 100 cm atau sampai melampaui muka air tanah jika dibuat tanah yang mempunyai permukaan air dangkal. Jarak antar lobang antara 50-100 cm.
Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2-3 cm setebal 2 cm.
Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, atau dedaunan.
Sampah organik perlu ditambahkan jika isi lubang sudah berkurang atau menyusut akibat proses pelapukan.
Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang.


Pembukaan kita sama-sama, kalau bias tolong cari gambar-gambarnya mbak..makasiiih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar