Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk
akibat berbagai aktivitas organism didalamnya, seperti cacing, erakaran
tanaman, rayap dan fauna lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi
udara dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.
Pada gambar disamping, terlihat 2 ekor cacing yang membuat
lubang di dalam tanah. Hal ini akan membuat daya serap tanah terhadap air
meningkat dan mengurangi adanya aliran air di permukaan tanah atau dapat
mengurangi bahaya banjir. Secara alami kejadian ini dapat dijumpai di hutan,
ketika daun-daun yang berguguran membusuk dan menjadi sumber energy bagi
makhluk hidup tanah yang memakannya sehingga menimbulkan lubang-lubang pada
tanah tersebut.
Dr. kamir R brata mengembangkan sisitem tersebut dalam bentuk
lubang vertical ke dalam tanah yang diisi dengan sampah-sampah organic sebagai
sumber energy bagi fauna yang membuat lubang di tanah sehingga dapat terbentuk
lubang-lubang kecil atau biopori di dalam lubang vertical tersebut.
Biopori are holes in
the ground formed by a variety of activities inside organisms, such as worms,
plant roots, termites and other fauna. The holes are formed will be filled with
air and will be the passage of water in the soil.
In the picture on the
right, seen 2 worms which make holes in the ground. This will make the soil to
water absorption increases and reduce the flow of water on the surface of the
ground or can reduce the danger of flooding. Naturally these events can be
found in the forest, when the leaves are falling into decay and energy source
for soil creatures that feed on them, causing holes in the ground. (gilang leksmana)
Dr.. Kamir R brata develop
the system in the form of a vertical hole in the ground filled with organic
waste as an energy source for the animal that makes a hole in the ground so as
to form small holes or biopori in the vertical hole.
Tujuan dari Lubang Resapan
Biopori:
1. Memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah.
2. Membuat kompos alami dari sampah organik daripada dibakar. Akibat penguraian oleh bakteri dan fauna tanah yang memanfaatkan sampah organic.
3. Mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit.
4. Mengurangi air hujan yang dibuang percuma ke laut.
5. Mengurangi resiko banjir di musim hujan.
6. Maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah.
7. Mencegah terjadinya erosi tanah dan bencana tanah longsor.
1. Memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah.
2. Membuat kompos alami dari sampah organik daripada dibakar. Akibat penguraian oleh bakteri dan fauna tanah yang memanfaatkan sampah organic.
3. Mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit.
4. Mengurangi air hujan yang dibuang percuma ke laut.
5. Mengurangi resiko banjir di musim hujan.
6. Maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah.
7. Mencegah terjadinya erosi tanah dan bencana tanah longsor.
Lubang biopori buatan dapat dibuat di sekitar rumah kita untuk mengurangi banjir dan
mendapatkan manfaat-manfaat dari lubang biopori tersebut. Tempat-tempat
tersebut seperti Pada alas saluran air hujan di sekitar rumah, di sekeliling
pohon, pada tanah kosong antar tanaman / batas tanaman. Ada beberapa daerah
yang menggunakan teknik biopori berhasil mengurangi potensi banjir hingga 40%.
Lubang itu selanjutnya cukup diisi dengan sampah organik. Keberadaan sampah
organik itu nantinya berfungsi sebagai media berkembangbiaknya cacing tanah.
The purpose of Hole Infiltration Biopori:
1. Maximizes water soak into the soil thereby
increasing groundwater.
2. Natural composting of organic waste rather
than burned. Due to decomposition by bacteria and soil fauna that utilize
organic waste.
3. Reduce the pool of water that cause disease.
4. Reduce storm water thrown away into the sea.
5. Reduce the risk of flooding in the rainy
season.
6. Maximizing the role and activity of soil
flora and fauna.
7. Prevent soil erosion and landslides. (Gabrio Hikma januarta)
Artificial biopori holes can be created around
our homes to reduce flooding and get the benefits of the biopori hole. Places
such as On the pedestal channels rainwater around the house, around trees, on
bare soil between plants / plant boundary. There are some areas that use the
technique successfully reduces the potential for flooding biopori up to 40%.
The next hole is filled with organic waste. The existence of organic waste that
will serve as a breeding earthworms.
Cara
Pembuatan Lubang Biopori
1. Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam
tanah dengan diameter 10 cm. Kedalamannya sekitar 100 cm atau sampai melampaui
muka air tanah jika dibuat tanah yang mempunyai permukaan air dangkal. Jarak
antar lobang antara 50-100 cm.
2. Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen
selebar 2-3 cm setebal 2 cm.
3. Isi lubang dengan sampah organik yang berasal
dari sampah dapur, sisa tanaman, atau dedaunan.
4. Sampah organik perlu ditambahkan jika isi
lubang sudah berkurang atau menyusut akibat proses pelapukan.
5. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat
diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang.
Setelah kita membuat lubang penampang biopori. Mikroba yang berada
di sekitar lubang penapang biopori akan tertarik dengan aroma sampah yang ada
di dalam lubang penampang. Aktivitas mikroba tersebut mengakibatkan
terbentuknya lubang-lubang halus di sekitar lubang penampang. Lubang-lubang halus
inilah yang disebut Biopori. Ketika hujan, air akan memenuhi lubang penampang.
Kemudian air akan menyebar ke segala arah melalui lubang-lubang kecil. Dengan
demikian air yang terserap lebih banyak, dan resiko terjadinya banjir pun dapat
diperkecil. Ketersediaan air tanah juga terjamin.
Hole Making way
Biopori
1. Create
cylindrical holes vertically into the ground with a diameter of 10 cm. Depth of
about 100 cm or to exceed ground water if the soil has a surface made shallow water. The distance between the
hole between 50-100 cm.
2. The hole can be
reinforced with cement 2-3 cm wide 2 cm thick.
3. Fill the hole
with organic waste from kitchen waste, crop residues, or foliage.( harry Rahman)
4. Organic waste should be added if the
contents of the hole already reduced or shrink due to weathering processes.
5. Compost is formed in the hole can be taken
at each end of the dry season along with the maintenance hole.
Once we make a hole biopori section. Microbes
that are around the hole cross section will be interested in aroma biopori
garbage in the hole cross section. Microbial activity resulted in the formation
of fine holes around the hole cross section. Fine holes is called Biopori. When
it rains, water will fill the hole cross section. Then the water will spread in
all directions through the small holes. Thus more water is absorbed, and the
risk of flooding can be minimized. Soil water availability is also ensured. (intan
annisa)
Boleh tukaran
kalau ada yang mau tukar-tukaran.
ee aku kok yg panjang riii (ghj)
BalasHapus