Sabtu, 17 Agustus 2013

Tugas b.ing group 1.

Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktivitas organism didalamnya, seperti cacing, erakaran tanaman, rayap dan fauna lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.
Pada gambar disamping, terlihat 2 ekor cacing yang membuat lubang di dalam tanah. Hal ini akan membuat daya serap tanah terhadap air meningkat dan mengurangi adanya aliran air di permukaan tanah atau dapat mengurangi bahaya banjir. Secara alami kejadian ini dapat dijumpai di hutan, ketika daun-daun yang berguguran membusuk dan menjadi sumber energy bagi makhluk hidup tanah yang memakannya sehingga menimbulkan lubang-lubang pada tanah tersebut.
Dr. kamir R brata mengembangkan sisitem tersebut dalam bentuk lubang vertical ke dalam tanah yang diisi dengan sampah-sampah organic sebagai sumber energy bagi fauna yang membuat lubang di tanah sehingga dapat terbentuk lubang-lubang kecil atau biopori di dalam lubang vertical tersebut.
Biopori are holes in the ground formed by a variety of activities inside organisms, such as worms, plant roots, termites and other fauna. The holes are formed will be filled with air and will be the passage of water in the soil.
In the picture on the right, seen 2 worms which make holes in the ground. This will make the soil to water absorption increases and reduce the flow of water on the surface of the ground or can reduce the danger of flooding. Naturally these events can be found in the forest, when the leaves are falling into decay and energy source for soil creatures that feed on them, causing holes in the ground. (gilang leksmana)
Dr.. Kamir R brata develop the system in the form of a vertical hole in the ground filled with organic waste as an energy source for the animal that makes a hole in the ground so as to form small holes or biopori in the vertical hole.
Tujuan dari Lubang Resapan Biopori:
1. Memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah.
2. Membuat kompos alami dari sampah organik daripada dibakar. Akibat penguraian oleh bakteri dan fauna tanah yang memanfaatkan sampah organic.
3. Mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit.
4. Mengurangi air hujan yang dibuang percuma ke laut.
5. Mengurangi resiko banjir di musim hujan.
6. Maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah.
7. Mencegah terjadinya erosi tanah dan bencana tanah longsor.
Lubang biopori buatan  dapat dibuat di sekitar  rumah kita untuk mengurangi banjir dan mendapatkan manfaat-manfaat dari lubang biopori tersebut. Tempat-tempat tersebut seperti Pada alas saluran air hujan di sekitar rumah, di sekeliling pohon, pada tanah kosong antar tanaman / batas tanaman. Ada beberapa daerah yang menggunakan teknik biopori berhasil mengurangi potensi banjir hingga 40%. Lubang itu selanjutnya cukup diisi dengan sampah organik. Keberadaan sampah organik itu nantinya berfungsi sebagai media berkembangbiaknya cacing tanah.
The purpose of Hole Infiltration Biopori:
1. Maximizes water soak into the soil thereby increasing groundwater.
2. Natural composting of organic waste rather than burned. Due to decomposition by bacteria and soil fauna that utilize organic waste.
3. Reduce the pool of water that cause disease.
4. Reduce storm water thrown away into the sea.
5. Reduce the risk of flooding in the rainy season.
6. Maximizing the role and activity of soil flora and fauna.
7. Prevent soil erosion and landslides. (Gabrio Hikma januarta)
Artificial biopori holes can be created around our homes to reduce flooding and get the benefits of the biopori hole. Places such as On the pedestal channels rainwater around the house, around trees, on bare soil between plants / plant boundary. There are some areas that use the technique successfully reduces the potential for flooding biopori up to 40%. The next hole is filled with organic waste. The existence of organic waste that will serve as a breeding earthworms.

Cara Pembuatan Lubang Biopori
1.     Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 cm. Kedalamannya sekitar 100 cm atau sampai melampaui muka air tanah jika dibuat tanah yang mempunyai permukaan air dangkal. Jarak antar lobang antara 50-100 cm.
2.     Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2-3 cm setebal 2 cm.
3.     Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, atau dedaunan.
4.     Sampah organik perlu ditambahkan jika isi lubang sudah berkurang atau menyusut akibat proses pelapukan.
5.     Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang.

Setelah kita membuat lubang penampang biopori. Mikroba yang berada di sekitar lubang penapang biopori akan tertarik dengan aroma sampah yang ada di dalam lubang penampang. Aktivitas mikroba tersebut mengakibatkan terbentuknya lubang-lubang halus di sekitar lubang penampang. Lubang-lubang halus inilah yang disebut Biopori. Ketika hujan, air akan memenuhi lubang penampang. Kemudian air akan menyebar ke segala arah melalui lubang-lubang kecil. Dengan demikian air yang terserap lebih banyak, dan resiko terjadinya banjir pun dapat diperkecil. Ketersediaan air tanah juga terjamin.

Hole Making way Biopori
1. Create cylindrical holes vertically into the ground with a diameter of 10 cm. Depth of about 100 cm or to exceed ground water if the soil has a surface made ​​shallow water. The distance between the hole between 50-100 cm.
2. The hole can be reinforced with cement 2-3 cm wide 2 cm thick.
3. Fill the hole with organic waste from kitchen waste, crop residues, or foliage.( harry Rahman)
4. Organic waste should be added if the contents of the hole already reduced or shrink due to weathering processes.
5. Compost is formed in the hole can be taken at each end of the dry season along with the maintenance hole.

Once we make a hole biopori section. Microbes that are around the hole cross section will be interested in aroma biopori garbage in the hole cross section. Microbial activity resulted in the formation of fine holes around the hole cross section. Fine holes is called Biopori. When it rains, water will fill the hole cross section. Then the water will spread in all directions through the small holes. Thus more water is absorbed, and the risk of flooding can be minimized. Soil water availability is also ensured. (intan annisa)


Boleh tukaran kalau ada yang mau tukar-tukaran.

1 komentar: